Jalur Rempah kuno memosisikan Aceh sebagai bandar persinggahan (entrepôt) kosmopolitan penting di pintu gerbang Selat Malaka. Aceh memproduksi lada hitam berkualitas unggul dari perkebunan Sumatera.
Pelabuhan bebas Banda Aceh memberikan jaminan keamanan bagi para saudagar Arab, Gujarat, Persia, dan Tiongkok. Kekayaan perdagangan rempah ini mendanai militer dan kegiatan ilmiah keagamaan kesultanan, menantang hegemoni Portugis di perairan Malaka.
Sejarah

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.


