Puncak keemasan Kesultanan Aceh Darussalam dicapai pada abad ke-16 hingga ke-17 di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda, yang menetapkan hukum tata negara adat Meukuta Alam. Armada angkatan lautnya diperkuat oleh kapal perang raksasa berukuran lebih dari 100 meter, seperti Espanto del Mundo, yang mampu mengangkut hingga 800 prajurit dan didukung oleh korps gajah militer.
Aceh menjalin relasi diplomatik sejajar dengan bangsa-bangsa besar dunia. Kerajaan Prancis mengirim utusan dagang resmi, sedangkan hubungan dengan Kekaisaran Turki Utsmaniyah (Ottoman) berjalan sangat erat melalui bantuan instruktur militer dan ahli pembuat meriam. Dinasti Ming dari Tiongkok juga mengirimkan misi persahabatan membawa hadiah keramik dan sutra sebagai simbol aliansi perdagangan bebas.

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.



