Pasangan suami-istri pejuang ini menyatukan kekuatan bangsawan wilayah VI Mukim dan pantai barat Aceh. Cut Nyak Dhien bersedia dinikahi Teuku Umar dengan syarat diizinkan memimpin gerilya di garis depan.
Teuku Umar terkenal dengan taktik berpura-pura setia kepada Belanda pada 1893, membelot kembali pada 1896 setelah merampas ribuan senjata dan amunisi modern. Setelah Umar gugur di Meulaboh pada 1899, Cut Nyak Dhien mengambil alih komando penuh di hutan pedalaman hingga akhirnya ditangkap karena kondisi fisiknya yang melemah.
Sejarah

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.



