Cut Nyak Meutia adalah pejuang perempuan dari Aceh Utara yang memimpin langsung gerilya di hutan Pase bersama suaminya, Teuku Chik Tunong. Setelah suaminya dieksekusi Belanda, ia terus bertempur bersama Pang Nanggroe.
Setelah Pang Nanggroe gugur, ia mundur ke hutan Alue Kurieng dengan sisa pasukannya. Pada 24 Oktober 1910, ia dikepung oleh pasukan marsose Belanda. Cut Meutia menolak menyerah dan gugur setelah bertempur memakai rencong.
Sejarah

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.


