Kopi Khop adalah cara penyajian kopi khas dari pesisir pantai barat Aceh, khususnya wilayah Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat. Cara penyajian kopi ini terbilang sangat unik dan tidak lazim, yakni gelas berisi kopi robusta pekat disajikan dalam keadaan terbalik di atas sebuah piring kecil (lepek) dan ditemani sebatang sedotan plastik.
Tradisi menyajikan kopi secara terbalik ini lahir dari kearifan lokal kehidupan para nelayan pesisir barat Aceh. Pada masa lampau, nelayan yang melaut sering kali tidak langsung menghabiskan kopi mereka sekali minum. Mereka akan meminum kopi sedikit demi sedikit, lalu pergi melaut untuk memeriksa jaring atau perahu mereka. Agar kopi yang ditinggalkan tetap hangat, aromanya terjaga, dan terhindar dari tiupan angin laut kencang serta kemasukan debu pasir pantai, gelas kopi tersebut diletakkan secara terbalik di atas piring kecil.
Cara menikmati Kopi Khop membutuhkan teknik tersendiri yang sangat menyenangkan. Wisatawan harus meniup sedotan plastik secara perlahan ke celah gelas bagian bawah. Embusan udara ini akan membuat air kopi merembes keluar dan tergenang di atas piring kecil. Setelah air kopi tergenang cukup banyak di piring, wisatawan dapat menyeruput kopi tersebut secara langsung dari piring kecil atau meminumnya melalui sedotan. Kopi Khop biasanya menggunakan biji kopi robusta yang diseduh kasar dan dicampur susu kental manis (susu sanger) untuk menyeimbangkan rasa pahitnya.
Referensi & Sumber Informasi: 1. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Barat. (2021). *Katalog Warisan Kuliner Pesisir Barat Aceh*. 2. Said, Mohammad. (1981). *Catatan Kultural dan Geografis Pesisir Barat Sumatra*. Medan: Percetakan Waspada. 3. Antropologi Kuliner Tradisional Masyarakat Pesisir Aceh, Universitas Syiah Kuala. (2019).

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.
