Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) adalah salah satu benteng pertahanan keanekaragaman hayati terpenting di dunia yang terletak di sepanjang perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Dengan luas mencapai lebih dari satu juta hektar, hutan hujan tropis purba ini telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (*Tropical Rainforest Heritage of Sumatra*). Leuser merupakan satu-satunya tempat di bumi di mana empat mamalia besar yang terancam punah hidup berdampingan secara alami di alam liar: Orangutan Sumatera (*Pongo abelii*), Harimau Sumatera (*Panthera tigris sumatrae*), Gajah Sumatera (*Elephas maximus sumatranus*), dan Badak Sumatera (*Dicerorhinus sumatrensis*).
Episentrum ekowisata di wilayah Aceh berada di Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. Ketambe merupakan stasiun penelitian dan pusat petualangan hutan belantara yang terkenal secara internasional. Berbeda dengan pusat rehabilitasi penangkaran, di Ketambe wisatawan dapat melacak dan melihat orangutan liar yang bergelantungan bebas di kanopi pohon raksasa di habitat aslinya yang murni. Menjelajahi hutan Leuser menyajikan petualangan trekking menantang menembus vegetasi pakis raksasa, melihat bunga parasit terbesar Rafflesia, melintasi sungai berarus deras menggunakan rakit kayu, hingga mandi di sumber air panas alami yang tersembunyi di tengah hutan.
Eksistensi Ekosistem Leuser sangat krusial bagi kehidupan jutaan manusia di sekitarnya sebagai penyuplai oksigen dunia, pengatur siklus air, dan pencegah bencana banjir bandang. Berkunjung ke Leuser memberikan pemahaman mendalam akan pentingnya konservasi alam dan menjaga keseimbangan ekosistem bumi demi kelangsungan hidup flora dan fauna langka.
Lokasi & Alamat: Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh (Akses utama wilayah Aceh), Indonesia. Peta Google
Referensi & Sumber Informasi: 1. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. (2022). *Statistik Informasi Kawasan Konservasi TNGL*. 2. UNESCO World Heritage Center. (2004). *Rainforest Heritage of Sumatra Nomination Dossier*. 3. Van Schaik, Carel P. (2004). *Among Orangutans: Red Apes and the Rise of Human Culture*. Harvard University Press.

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.