Puncak Gunung Geurutee terletak di perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Kabupaten Aceh Jaya, merupakan kawasan perlintasan pegunungan karst jalan lintas barat Sumatera yang menyajikan pemandangan alam paling dramatis di Aceh. Jalan raya di sini dibangun membelah tebing batu kapur curam dengan ketinggian ratusan meter yang berdiri kokoh langsung menghadap deburan ombak raksasa Samudra Hindia lepas di bawahnya.
Di sepanjang tikungan tebing jalan Puncak Geurutee, berderet warung-warung panggung kayu tradisional yang dibangun menjorok ke bibir jurang. Di warung-warung inilah wisatawan biasa singgah untuk beristirahat sambil menikmati keindahan bentang cakrawala samudra biru, pulau-pulau kecil tak berpenghuni seperti Pulau Raya dan Pulau Kluet, serta teluk-teluk pasir putih melengkung yang menawan. Keunikan lain dari tempat ini adalah kehadiran kawanan monyet hitam jenis Siamang liar yang sering turun ke dahan pohon dekat warung untuk meminta buah-buahan.
Secara kuliner, daya tarik utama di Puncak Geurutee adalah Kopi Khop, yaitu kopi robusta khas pantai barat Aceh yang disajikan secara terbalik di atas piring kecil (lepek) dengan sebatang sedotan plastik. Cara meminumnya adalah dengan meniup sedotan secara perlahan agar air kopi merembes keluar ke lepek, lalu diseruput langsung. Tradisi menyajikan kopi terbalik ini awalnya diciptakan oleh para nelayan pesisir barat agar kopi mereka tetap hangat dan terhindar dari tiupan angin laut yang kencang serta debu pasir.
Lokasi & Alamat: Jalan Lintas Barat Sumatera Km 60, perbatasan Kabupaten Aceh Besar dan Aceh Jaya, Aceh, Indonesia. Peta Google
Referensi & Sumber Informasi: 1. Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Aceh Jaya. (2021). *Profil Destinasi Wisata Pesisir Barat*. 2. Said, Mohammad. (1981). *Catatan Geografis Pesisir Barat Sumatera*. Medan: Waspada.

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.