Gunongan (Taman Sari Gunongan) adalah situs sejarah cagar budaya yang sangat bernilai di jantung Kota Banda Aceh, menyimpan monumen cinta dari abad ke-17. Struktur bangunan batu kapur bercat putih setinggi 9,5 meter ini dibangun oleh Sultan Iskandar Muda (memerintah 1607–1636), penguasa terbesar Kesultanan Aceh Darussalam, khusus sebagai persembahan cinta kepada permaisurinya, Putroe Phang (Putri Kamaliya dari Kerajaan Pahang, Malaysia). Sang putri yang dipersunting setelah penaklukan militer sering merindukan kampung halamannya yang berbukit-bukit di Pahang, sehingga Sultan membangun Gunongan yang menyerupai perbukitan mini untuk menghibur hatinya.
Arsitektur Gunongan sangat unik, menampilkan bentuk kastil melingkar bertingkat dengan ukiran kelopak bunga mekar yang menyerupai pegunungan kapur. Di dekat Gunongan, terdapat *Peterana* batu bundar berukir tempat sang permaisuri bersantai, serta saluran air buatan yang mengalir menuju *Pinto Khop* (Gerbang Kubah), pintu masuk khusus berlapis ukiran indah yang menghubungkan istana sultan (*Dalam*) dengan taman bermain permaisuri. Di kompleks ini pula sang permaisuri biasa bermain bersama dayang-dayang istana dan mandi di aliran sungai Krueng Daroy.
Gunongan adalah salah satu dari sedikit peninggalan fisik kompleks Istana Darud Donya Kesultanan Aceh yang selamat dari pembumihangusan oleh tentara kolonial Belanda pada Perang Aceh tahun 1873. Kini, situs sejarah ini dirawat sebagai cagar budaya penting yang menjadi simbol romansa sejarah Nusantara sekaligus saksi keagungan arsitektur abad ke-17 di Serambi Mekkah.
Lokasi & Alamat: Jl. Teuku Umar, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, Indonesia. Peta Google
Referensi & Sumber Informasi: 1. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Wilayah I Aceh-Sumut. (2020). *Inventarisasi Situs Cagar Budaya Kerajaan Aceh Darussalam*. 2. Manuskrip Kuno *Bustanus Salatin* (Taman Para Raja) oleh Syaikh Nuruddin ar-Raniri. (1638 M). 3. Lombard, Denys. (2006). *Kerajaan Aceh Zaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636)*. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.