Provinsi Aceh sering kali dipersepsikan oleh masyarakat luas sebagai suatu wilayah dengan identitas kultural yang homogen tunggal. Namun, secara antropologi budaya, wilayah berstatus otonomi khusus ini sebenarnya merupakan sebuah rajutan mosaik keberagaman etnis yang sangat kaya, dihuni oleh sedikitnya sepuluh suku bangsa asli yang memiliki rumpun bahasa daerah, adat istiadat, struktur sosial, dan corak kebudayaan yang berbeda-beda namun hidup berdampingan secara damai.
Suku mayoritas adalah Suku Aceh yang mendiami kawasan pesisir utara, timur, dan sebagian barat-selatan Aceh, dengan menggunakan bahasa Aceh sebagai bahasa sehari-hari. Di wilayah pedalaman dataran tinggi pegunungan Bukit Barisan, terdapat Suku Gayo (di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues) dan Suku Alas (di Aceh Tenggara) yang memiliki kebudayaan agraris khas pegunungan dengan bahasa yang serumpun namun memiliki dialek berbeda serta kesenian khas yang mendunia seperti tari Saman dan tari Didong.
Bergerak ke wilayah pesisir lainnya, terdapat Suku Tamiang di perbatasan timur laut yang memiliki kedekatan budaya dan bahasa Melayu Tamiang; Suku Kluet di pedalaman Aceh Selatan yang menempati lembah pegunungan; serta Suku Singkil di perbatasan tenggara yang memiliki rumpun bahasa tersendiri. Di pulau-pulau terluar seperti Pulau Simeulue, terdapat keberagaman etnis yang sangat terisolasi namun terpelihara indah, meliputi Suku Devayan, Suku Sigulai, Suku Haloban, dan Suku Lekon yang masing-masing menuturkan bahasa daerah yang unik dan berbeda satu sama lain. Keragaman suku-suku di Aceh ini diikat oleh tali persaudaraan sejarah perjuangan yang sama serta nilai-nilai syariat Islam yang menjadi fondasi identitas kolektif kemasyarakatan di bumi Serambi Mekkah.
Referensi & Sumber Kebudayaan: 1. Melalatoa, M. Junus. (1995). *Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia (Jilid A-K)*. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. 2. Sufi, Rusdi. (2004). *Keanekaragaman Suku dan Adat Istiadat di Provinsi Aceh*. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan. 3. Jurnal Antropologi Sosial Budaya Keberagaman Etnis di Pesisir dan Pedalaman Aceh, Universitas Syiah Kuala. (2021). 4. Dokumentasi Etnografi Suku Kepulauan Simeulue, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh. (2019).

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.


