Peusijuek adalah upacara adat paling sakral dan universal dalam kebudayaan masyarakat Aceh yang bertujuan untuk memohon keselamatan, ketenteraman, keberkahan, serta kedamaian hidup dalam berbagai momen transisi sosial. Secara harfiah, kata "Peusijuek" berasal dari kata bahasa Aceh *sijuek* yang berarti mendinginkan atau menenangkan. Upacara ini digelar untuk mengawali suatu niat baik atau memulihkan keselarasan batin setelah terjadinya peristiwa penting, seperti menempati rumah baru, memulai usaha, melepas keberangkatan haji, perdamaian setelah perselisihan, pernikahan adat, hingga syukuran kelahiran anak.
Prosesi Peusijuek dipimpin oleh tokoh adat atau pemuka agama yang dihormati, seperti *Tengku* (ulama pria) atau *Ummi* (ustazah/tokoh wanita). Perlengkapan upacara sangat khas dan memiliki simbol filosofis mendalam: air dicampur bunga melambangkan kebersihan jiwa, beras merah-kuning (*breuh pade*) melambangkan kemakmuran, serta dedaunan khusus seperti daun cocor bebek (*on seunijuek*) yang tahan hidup melambangkan keteguhan jiwa menghadapi cobaan hidup. Pemimpin Peusijuek memercikkan air menggunakan ikatan dedaunan tersebut ke tubuh orang yang di-peusijuek, diikuti penaburan beras padi, dan diakhiri dengan lantunan doa keselamatan keagamaan yang khusyuk.
Peusijuek merupakan cerminan asimilasi harmonis antara kebudayaan adat pra-Islam dengan nilai-nilai tauhid agama Islam yang dianut masyarakat Aceh. Tradisi ini terus dijaga kelestariannya sebagai perekat ikatan kekeluargaan, rekonsiliasi sosial perdamaian, serta ekspresi spiritual rasa syukur atas segala rahmat pemberian Tuhan.
Lokasi & Alamat: Seluruh wilayah Provinsi Aceh (Dijalankan di tingkat keluarga, lembaga, dan adat masyarakat), Indonesia. Peta Google
Referensi & Sumber Informasi: 1. Majelis Adat Aceh (MAA). (2021). *Kompilasi Hukum Adat dan Tata Cara Upacara Peusijuek dalam Masyarakat Aceh*. 2. Sufi, Rusdi. (2004). *Adat Istiadat Masyarakat Aceh*. Banda Aceh: Dinas Kebudayaan Provinsi Aceh. 3. Kajian Teologis Antropologis Upacara Peusijuek Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. (2020).

* Segala informasi kemungkinan ada yang salah atau kurang. Jika Anda ingin berkolaborasi untuk melengkapi atau memperbaiki informasi, silakan hubungi kontak yang tersedia.


